Bencana yang Mengesalkan
Selazimnya apabila terjadi bencana maka akan disambut dengan aksi solidaritas, baik hanya berupa ucapan belasungkawa dan do’a bagi para korban atau pun langsung dengan melakukan aksi nyata mengirimkan bantuan ke lokasi bencana. Tapi yang ini beda, coba kita liat headline berita tentang Gempa 7,1 SR yang mengguncang Taiwan, sepertinya kok lebih banyak yang mengumpat dan mencaci-maki dibandingkan dengan ungkapan belasungkawa nya ya ? (setidaknya ini yang terlihat di beberapa forum atau pun beberapa komentar yang ada di portal berita di dunia maya ini).
Memang efek dari bencana alam ini berimbas pada lumpuhnya akses internet di Indonesia, so what gitu loh ?
Bencana yang “mengesalkan” lainnya terjadi di Porong, Sidoarjo. Ya, bencana Lumpur Lapindo termasuk salah satu bencana dalam katagori “mengesalkan”. Di awal bencana ini terjadi memang masih banyak aksi solidaritas yang positif, tapi lama kelamaan mulai banyak orang yang mencaci-maki atau minimal mengumpat dalam hati (ya, saya bisa membaca hati orang … hehehehehe). Sebabnya sudah tentu, karena bencana ini memutus jalur utama transportasi antara surabaya dengan daerah jawa timur bagian selatan.
Ya sudah lah, kita memang termasuk manusia yang mengesalkan juga.

2 Comments, Comment or Ping
#1 Epat - from
Indonesia
Kepentingan che…. yak opo maneh, iseh menungso kekeke
Penciptane ae lek keganggu kepentingane yo gersulo, mosok menungso gak oleh?
hahahaha…
#2 dudi - from
Indonesia
gempa di taiwan kok dipisuhi. sakjane sing dipisuhi iku yo garahi isok dadi gempa. wes ngerti lek internet iku penting, kok sak jug sak nyuk di kasih gempa. ancen gusti iku lek guyon mesti keliwatan
Reply to “Bencana yang Mengesalkan”