Comfort Zone
Ini istilah yang sudah beberapa kali saya dengar, tapi baru kepikiran saat terlibat diskusi beberapa waktu yang lalu :
1
2 orang cenderung tidak mau kaluar dari comfort zone,
kalau sudah nyaman, rasanya ndak enak kalau kenyamanannya diusik
Memang bener, rasanya ini sudah jadi salah satu sifat dasar manusia (maaf, saya generalisasi) atau bahkan mungkin bukan hanya sifat dasar manusia aja, tapi ini udah termasuk sunnatullah.
Tapi tampaknya masih banyak orang yang tidak sadar bahwa “comfort zone” untuk tiap orang itu berbeda.
Ada orang yang merasa nyaman dan aman ketika dia telah memperoleh pekerjaan tetap, pendapatan rutin, tidak banyak konflik dlm kehidupannya, semua tersedia atau bisa diperoleh dengan mudah dan yang “enak-enak” lainnya. Ini mungkin tipikal yang “umum”.
Tapi jangan lupa juga, ada orang yang merasa nyaman justru ketika dia berada dalam tekanan, banyak tantangan, atau dia merasa nyaman ketika untuk memperoleh sesuatu harus melalui perjuangan yang berat. Tipikal orang ini sangat menikmati setiap proses yang dilaluinya. Saya banyak kenal orang dg tipe ini, walaupun mungkin lebih banyak lagi kenalan saya yg tergolong tipe pertama :)
Lha terus apa kesimpulannya ?
ah ngapain juga disimpulin, lha wong ini nulis juga gara-gara lagi error.

7 Comments, Comment or Ping
#1 antoub - from
Indonesia
keknya ada hubunganya ama diskusi tentang ehm.. ehm..single login deh.. hi3x.
Bang.. ke kafet yuk.. ha3x.
#2 aNgus - from
Indonesia
ada juga tipe orang yang akan merasa nyaman kalau disekelilingnya rumet..awut awutan …hahahahaa
#3 dudi - from
United States
jadi agustus jadi nih kita? :-D
#4 tengik16 - from
United States
lek moco paparane seh ancene onok sing error. mbuh opo, sopo. :-p
“nyaman” sing nang kene iku = “NYAng aMAN” opo piye hehehhe…
17 agustus indonesia merdeka che!!
#5 dheche - from
United States
#3 .. #4 .. (ndi sijine maneh) jancuk, jangan kotori blogku dg sampahmu
Ya ya ya, Agus tu s
#6 Tjokro - from
United States
Aku #6, mudah-mudahan #7 masih belum ada yang ngisi, my fav # ;)
tak merenung disik di Sabang Island, dan aku berjanji tidak akan mengotori blog mu dengan Agus-Tu-S (Agus to Us).
Confort zone untuk setiap orang jelas berbeda (jika memang ada), dan itukan cuma pilihan.
“aku tidak mau berjuang sampai mati, sampai aku tau untuk apa aku harus berjuang sampai mati” b0nC0s
SAMPAI AGUSTUS d’COEK!!!!
*salaman*
#7 edo - from
Indonesia
iki ono opo to ya?
agustus ono opo seh?
*bingung set mode on*
Reply to “Comfort Zone”